03
Sep-2019

Menyelamatkan Orangutan Lewat Pariwisata – Orangutan Museum

Ritchie, ein Alpha-Männchen in Semenggoh Wildlife Center - Orangutan Museum

Ritchie, ein Alpha-Männchen in Semenggoh Wildlife Center – Orangutan Museum

 

Menyelamatkan Orangutan Lewat Pariwisata – Orangutan Museum.

Negara bagian Sarawak, Malaysia, punya cara untuk melindungi Orangutan yang tersisa dengan melibatkan masyarakat setempat serta sektor pariwisata.

Di Pusat Penangkaran Semenggoh di Sarawak, para pengunjung bisa melihat rutinitas kehidupan orangutan dari dekat secara alami.

Program ini diharapkan bisa menyentuh lebih banyak pihak untuk turut melindungi kera besar yang keberadaannya terancam ini.

Didirikan tahun 1975, Pusat Penangkaran Semenggoh merawat hewan-hewan yatim piatu, ditemukan terluka di hutan atau hewan sitaan yang dipelihara secara ilegal.

Setelah bertahun-tahun beroperasi, banyak orangutan berhasil direhabilitasi dan dilepaskan ke area konservasi seluas 653 hektar. Hewan ‘lulusan’ penangkaran ini dan keturunannya kini tersebar di Semenggoh.

Penangkaran ini terletak di salah satu cagar hutan tertua di Sarawak dan adalah yang terbesar di Malaysia. Tempat ini juga mendidik masyarakat setempat tentang pentingnya orangutan, serta memikat wisatawan yang tertarik dengan orangutan.

 

Libatkan Wisatawan.

Para orangutan di sini menghabiskan sebagian besar waktu mereka dengan menjelajahi hutan untuk mencari buah-buahan kesukaan.

 

Turis di Orangutans Semengoh - Orangutan Museum

Turis di Orangutans Semengoh – Orangutan Museum

 

Foto diatas: Pada waktu pemberian makan, petugas memperingatkan turis yang berjumlah 100 orang supaya tidak berisik karena bisa membuat orangutan stres.

Kebanyakan dari mereka takut kepada manusia, tapi ada juga beberapa yang kembali ke tempat pemberian makan di penangkaran untuk mengambil makanan tambahan.

“Kalau publik bisa melihat orangutan hidup di habitat asli mereka, saya percaya kita bisa menyentuh hati mereka,” kata Nor Emel Binti Jaddil salah satu petugas di penangkaran itu.

Diproyeksikan populasi orangutan akan turun ke hanya sejumlah 47.000 ekor pada 2025, dari sebelumnya 290.000 ekor di tahun 1950. Di penangkaran Semenggoh sendiri kini hidup sekitar 30 orangutan.

Untuk memperluas area perlindungan, mereka berrencana menghubungkan tempat penangkaran dengan hutan lindung terdekat dengan luas 8000 hektar.

Namun langkah dinilai tidak cukup, kata Oswald Braken Tisen manajer umum dari Sarawak Forestry Corporation, yang didirikan oleh pemerintah Malaysia untuk pengelolaan hutan lestari.

“Kami memiliki skema konektivitas yang lebih besar di Sarawak atau di Borneo yang disebut inisiatif Heart of Borneo,” Tisen menjelaskan.

 

Orangutan betina di Semenggoh datang mengambil makanan tambahan - Orangutan Museum

Orangutan betina di Semenggoh datang mengambil makanan tambahan – Orangutan Museum

 

sumber: https://amp.dw.com/id/menyelamatkan-orangutan-lewat-pariwisata/a-45114536

 

0

 likes / 0 Comments
Share this post:

comment this post


Click on form to scroll

Archives

> <
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec