30
May-2016

Herfin Yulianto donated a photo Orangutan to Orangutan Museum.

Stop Animal Fashion b

Stop Animal Fashion by Herfin Yulianto

 

Herfin Yulianto donated a photo Orangutan to Orangutan Museum.

Herfin Yulianto menyumbangkan foto Orangutan ke Museum Orangutan.

  • Tittle : Stop Animal Fashion.
  • Media : Photo.
  • Size/Year : – / 2016.
  • Artist : Herfin Yulianto.
  • Origin : Pontianak, Indonesia.

 

This photo I took while I visited opening event the Gawai Dayak Harvest Festival 2016 at Radank Longhouse, Pontianak, West Kalimantan.

The feeling I was very sad when it would make this photo, different inverted with the atmosphere at the opening of Gawai very festive at all, attended many communities and leaders. Look hundreds of women and men greeters using attributes tradisioanal custom clothing, with position awaits and welcomes the leadership figures to immediately open a rice harvest party event on that day.

Should I press my camera button ?

on the terrace storey podium at Radank longhouse. The greeters are dancing to the rhythm of the gong blows, stand neat, terraced lined up. Then I watched a show welcoming is very beautiful and Nice. Fantastic.

But views of the sad look in my eyes on the clothes worn by the greeters. Many I find clothing with an additional attribute that is terrible ! My eyes see there are seven original Orangutan skull head, hundreds of monkeys or apes skull head, Hornbill beaks of hundreds of original and countless original Ruwai plumage as the fastener head.

Should I press my camera button ?

This is a landscape that is breaking the law in the design of custom clothing the greeters and this is happening in our great moment “Festival Gawai Dayak”. An event which we are proud and we observe during this time. I must act ! I decided immediately to press the my camera with a cry to make a document a sad photo.

God bless you. I have been pressing the my camera !

Designing, creating and using a replica of the head of the Orangutans, a replica of the Hornbill beak, a replica of the head of a Monkey, a replica of the birds Ruwai is the solution to address the issue of the wearing of rare animals in traditional indigenous clothing, so as not to conflict with the legal norms in force now.

Stop Animal Fashion !

Foto ini saya ambil saat saya mengunjungi acara pembukaan Gawai Dayak Harvest Festival 2016 di rumah panjang Radank, Pontianak, Kalimantan Barat.

Perasaan saya sangat sedih ketika akan membuat foto ini, berbeda terbalik dengan suasana di acara pembukaan Gawai yang sangat meriah sekali, dihadiri banyak masyarakat dan para tokoh. Tampak ratusan orang perempuan dan lelaki penyambut tamu mengunakan atribut pakaian adat tradisional, dengan posisi siap menanti dan menyambut para tokoh pimpinan untuk segera membuka acara pesta panen padi di hari itu.

Haruskah saya menekan tombol kamera saya ?

Di teras podium bertingkat di rumah panjang Radank. Para penyambut tamu sedang menari mengikuti irama pukulan gong, berdiri rapi, berbaris bertingkat. Saat itu saya menyaksikan sebuah pertunjukkan penyambutan yang sangat indah dan bagus sekali. Fantastik.

Tetapi pemandangan menyedihkan terlihat di mata saya pada pakaian yang dikenakan para penyambut tamu tersebut. Banyak saya temukan pakaian dengan tambahan atribut yang mengerikan ! Mata saya melihat ada tujuh kepala tengkorak Orangutan asli, ratusan kepala tengkorak kera atau monyet asli, ratusan paruh burung Enggang asli dan tak terhitung bulu burung Ruwai asli sebagai pengikat kepala.

Haruskah saya menekan tombol kamera saya ?

Ini sebuah pemandangan yang melanggar hukum pada rancangan pakaian adat para penyambut tamu dan ini terjadi di moment besar kita “Festival Gawai Dayak”. Sebuah acara yang kita banggakan dan kita pelihara selama ini. Saya harus bertindak ! Saya putuskan segera menekan tombol kamera saya dengan menangis untuk membuat sebuah dokumen foto yang menyedihkan.

Alhamdulilah. Saya telah menekan tombol kamera saya !

Mendesain, membuat dan mengunakan replika kepala orangutan, replika paruh burung enggang, replika kepala monyet, replika ekor burung ruwai adalah solusi untuk menjawab persoalan pemakaian hewan langka di pakaian adat tradisional, agar tidak bertentangan dengan norma-norma hukum yang berlaku sekarang.

Hentikan Fesyen Hewan.

ORANGUTAN MUSEUM.

ARTWORK – LIBRARY – FUNDRAISING.

 

Orangutan Museum berlokasi di Pontianak. Museum ini terbuka untuk umum, anda dapat datang mengunjungi museum ini.

Anda dapat membuka referensi tentang Museum Orangutan di Trip Advisor. Trip Advisor adalah situs wisata berlevel dunia yang membantu memberikan informasi atau mereferensikan seluruh objek wisata di berbagai negara kepada para turis. Kami juga menampilkan link alamat Orangutan Museum di Trip Advisor. Anda bisa masuk ke link tersebut dan anda bisa memberikan review pendapat anda tentang Orangutan Museum, serta anda dapat menguplod foto-foto anda ketika berada di museum.

 

Museum Orangutan Pertama di Dunia, Hanya Ada di Pontianak.

The World’s First Orangutan Museum, Only in Pontianak.

 

Orangutan Museum is located in Pontianak. The museum is open to the public, you can come visit this museum.

You can open references to the Orangutan Museum on Trip Advisor. Trip Advisor is a world-class tourist site that helps information or reference all tourist attractions in various countries to tourists. We also display Orangutan Museum link address in Trip Advisor. You can go to the link and you can give your opinion review about Orangutan Museum, and you can upload your photos while in museum.

 

 

About Orangutan Museum.

  • The World’s First Orangutan Museum.
  • Museum Orangutan Pertama di Dunia.

 

  • We built the Museum of Orangutan with the Participation of many people.
  • Kami membangun Museum Orangutan dengan Partisipasi banyak orang.

 

  • Many foreign tourists visit the Orangutan Museum.
  • Banyak wisatawan asing mengunjungi Orangutan Museum.

 

  • Orangutan Mural Wall as a favorite place for visitors to take pictures.
  • Dinding Mural Orangutan sebagai tempat favorit pengunjung untuk berfoto.

 

Founder.

  • Mr. Herfin Yulianto, SE.

 

Attraction.

  • Art Museums.

 

Opening.

  • Everyday. 10.00 wib – 17.00 wib.

 

Ticket.

  • Free – Gratis.

 

Program.

 

Review. 

 

Address Orangutan Museum.

  • at Tamasya Puri Wisata.
  • JL. R.E. Martadinata No.12. Pontianak, Kalimantan Barat, Indonesia.
  • Location in front of Gang Buncis, Perumnas 1.

 

  • Phone: 0561-777889.
  • Mobile phone/whatsapp: 0812 5628 3499 Linda Lestari.
  • Mobile phone/whatsapp: 0811 57 6459 Herfin Yulianto.
  • Email: [email protected]

 

  • Payment by bank transfer : Bank BCA, KCU Pontianak. An. Herfin Yulianto, SE. Nomer rekening : 029-158-3201.
  • Payment by bank transfer : Bank Mandiri, KCP Pontianak Ahmad Yani. An. Herfin Yulianto, SE. Nomer rekening : 146-00-0457539-0.
  • Open Legal Company : TamasyaPuriWisata.Com.

 

Mr. Herfin Yulianto, SE

Mr. Herfin Yulianto, SE

 

Tim Floor - Nederland

Tim Floor – Nederland

 

Vili Hajdic - Europe Slovenija

Vili Hajdic – Europe Slovenija

 

0

 likes / 0 Comments
Share this post:

comment this post


Click on form to scroll

Archives

> <
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec